新闻是有分量的

Karya siswa SMA Laguboti ini dikirim ke ruang angkasa

2016年11月18日下午6:38发布
2016年11月18日下午6:38更新

Gilbert Nadapdap dengan hasil ciptaannya,Microlab,yang akan diterbangkan ke luar angkasa。 Foto oleh Amelia Stephanie / Rappler.com。

Gilbert Nadapdap dengan hasil ciptaannya,Microlab,yang akan diterbangkan ke luar angkasa。 Foto oleh Amelia Stephanie / Rappler.com。

雅加达,印度尼西亚 - Berawal dari mengikuti计划国际空间站项目杨diadakan oleh谷基督教高中dan berafiliasi dengan NASA,Gilbert dan beberapa orang temannya di SMA Unggul Del melakukan sebuah penelitian mengenai fermentasi yang dikondisikan seperti ruang angkasa。

Tim yang dibagi menjadi tiga bagian yakni electrical编程 dan science ini menyusun penelitian sedemikian rupa hingga lahirlah Microlab yang pada 30 Maret 2016 ini diterbangkan ke ruang angkasa dari California untuk dilakukan penelitian oleh NASA。

Memang pencapaian ini bukan hal yang mudah。 Gilbert mengakui banyak hal baru yang ia pelajari dari penelitiannya tersebut。 Seperti bertemu dengan orang-orang baru dengan budaya yang berbeda。

“Banyak belajar hal baru sih dan ini pertama kali saya keluar negeri,”kata Gilbert di Universitas Trilogi dalam acara Youth Summit ,Jumat,11月18日。

Gilbert dan Microlab ciptaannya saat turut menghadiri'Youth Summit 2016',Jumat,11月18日。 Foto oleh Amelia Stephanie / Rappler.com。

Gilbert dan Microlab ciptaannya saat turut menghadiri'Youth Summit 2016',Jumat,11月18日。 Foto oleh Amelia Stephanie / Rappler.com。

Meski Gilbert semenjak SMP memiliki ketertarikan pada bidang fisika,namun pada proyek ini ia memilih memegang bagian electrical karena ia ingin menantang dirinya untuk sesuatu yang baru, electrical dan spaceship

“Sebenarnya saya dari SMP itu sukanya fisika。 Trus pas ketemu project ini saya mau challenge diri saya gimana 加入 sama 电气 和太空 ,“卡塔吉尔伯特。

Berada di lingkungan yang baru bagi dirinya,Gilbert mengaku memiliki banyak pengalaman menarik。 Saat di kirim pertama kali ke Amerika, Microlab ,penelitiannya,membutuhkan waktu untuk direvisi sehingga memenuhi standar。

Di sana mereka tidak melihat sebuah kesalahan sebagai keburukan。 Mereka berusaha merangkul untuk memperbaiki bersama-sama kesalahan tersebut。

“Ketika saya pengalaman di San Jose,mereka menyambut saya dengan semua kesalahan。 Misalnya di alat,mereka enggak 法官 saya ini salah。 Tapi mereka lebih 鼓励 ,mereka bilang,'Ayo kita perbaiki sama-sama',“kata Gilbert。

Selain itu,Gilbert juga belajar untuk lebih mendengarkan orang lain melalui penelitian ini karena terkagum dengan para profesor di Amerika yang mau mendengarkan anak-anak SMA seperti Gilbert dan teman-temannya。

“Kemudian mereka yang melihat standar itu udah profesor,seorang profesor mau mendengarkan saya yang seorang siswa SMA。 Jadi satu hal yang saya pelajari lagi,belajar mendengarkan orang lain,“kata Gilbert。

Pesan Gilbert adalah,“Jangan takut mencoba karena saya memulai semua itu dari nol。”

Dengan kesibukannya saat ini bersekolah dan mempersiapkan diri mengikuti tes SAT dan TOEFL,Gilbert akan melanjutkan kuliahnya dengan beasiswa di UC Barclays berfokus pada electrical engineering

Meski mengambil kuliah di luar negeri,Gilbert yang bercita-cita menjadi seorang engineer ini ingin membangun dan menyelesaikan masalah pembangunan di Indonesia yang lebih baik di tahun-tahun mendatang。

“Karena 30 tahun yang akan datang Indonesia pasti sedang merencanakan pembangunan besar-besaran dan butuh engineer yang bisa menyelesaikan problem-problem pembangunan di Indonesia,”kata Gilbert。 -Rappler.com。