新闻是有分量的

Waspada 6 penyakit yang sering muncul pada musim banjir

2017年2月21日上午10:31发布
更新时间:2017年2月21日上午10:31

Warga di rumahnya saat banjir melanda di Kelurahan Cipinang Melayu,Kecamatan Makassar,Jakarta,pada 20 Februari 2017. Foto oleh Rosa Panggabean / Antara

Warga di rumahnya saat banjir melanda di Kelurahan Cipinang Melayu,Kecamatan Makassar,Jakarta,pada 20 Februari 2017. Foto oleh Rosa Panggabean / Antara

雅加达,印度尼西亚 - Selama musim hujan,bukan barang baru lagi kalau beberapa daerah di Indonesia langganan banjir。 Sejumlah penyakit pun rawan berjangkitan。

Tak peduli seberapa tinggi genangannya,luapan air banjir bisa tercemar oleh berbagai organisme penjangkit penyakit,termasuk bakteri usus seperti E. coli,Salmonella,dan Shigella; 甲型肝炎病毒; dan agen pembawa tifus,paratifoid dan tetanus。

病毒,kuman,dan bakteri ini merupakan hasil dari polutan rumah tangga dan pertanian atau limbah industri berbahaya,seperti air selokan,sampah makanan,kotoran manusia dan hewan,bangkai,pestisida dan insektisida,pupuk,minyak,asbes,bahan bangunan berkarat,dan sebagainya 。

Berikut adalah daftar penyakit yang harus Anda waspadai selama musim banjir:

1.迪亚尔

Diare karena infeksi tersebar luas di seluruh negara berkembang。 Diare berat berpotensi致命dan memerlukan bantuan medis sesegera mungkin akibat miskinnya cairan dan nutrisi tubuh yang terbuang dalam jumlah besar bersama cairan diare - terutama pada bayi dan anak-anak,orang-orang yang kekurangan gizi,dan mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah。

Organisasi Kesehatan Dunia(世卫组织)memperkirakan bahwa setiap tahunnya ada hampir 2 juta anak di seluruh dunia,kebanyakan di bawah usia 5 tahun,meninggal akibat diare。 Negara-negara Asia Tenggara,termasuk Indonesia,bertanggung jawab untuk 8.5%dari angka kematian ini。

Gejala diare bervariasi,mulai dari sakit perut singkat dengan kotoran BAB yang tidak terlalu encer hingga kram perut yang disertai konsistensi feses yang sangat encer。 Pada kasus diare parah,kemungkinan penderitanya dapat mengalami demam dan kram perut hebat。 Cairan diare dapat bercampur dengan lendir dan darah。

2. Demam berdarah

(DBD)adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus dan ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti。 Bayi dan anak-anak yang terjangkit DB mungkin mengalami demam dengan ruam。 Anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa mungkin mengalami demam demam ringan,atau penyakit demam tinggi melumpuhkan yang timbul mendadak,sakit kepala parah,nyeri di belakang mata,nyeri otot dan sendi,serta ruam。

Dilansir dari ,dalam beberapa tahun terakhir,kasus demam berdarah lebih sering ditemukan di musim pancaroba,khususnya di awal tahun bulan Januari。 Selama kurun waktu 2013-2014,ada 184.179 kasus DB di Indonesia dan 1.500 di antaranya meninggal dunia。 Terhitung sejak tahun 1968年hingga tahun 2009,世界卫生组织(WHO)mencatat印度尼西亚sebagai negara dengan kasus DBD tertinggi se-Asia Tenggara。

3.钩端螺旋体病

钩端螺旋体病adalah infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri leptospira dan ditularkan oleh hewan。 Sumber utama penularan钩端螺旋体病di印度尼西亚adalah tikus。 Penyakit ini adalah satu-satunya infeksi rawan epidemi wabah yang dapat ditularkan secara langsung melalui air yang tercemar。 Bakteri memasuki tubuh lewat kulit,melalui luka memar dan terbuka atau melalui mata yang bersentuhan dengan air kotor genangan banjir。

dapat berkisar dari sakit kepala ringan,nyeri otot,dan demam hingga pendarahan hebat di paru-paru。 Dalam beberapa kasus,bisa tidak muncul gejala sama sekali。 Jika tidak segera diobati,leptospirosis dapat menyebabkan kerusakan ginjal,meningitis(radang selaput otak dan sumsum tulang belakang),penyakit pernapasan,gagal hati,dan bahkan kematian。 数据terakhir dari Kemenkes,hingga 2014年11月,ada 435 kasus dengan 62 kematian akibat钩端螺旋体病。

4. Infeksi Saluran Pernapasan Akut(ISPA)

(ISPA)adalah infeksi yang terjadi pada saluran pernapasan seperti hidung,tenggorokan,atau paru-paru。 Gejala utama dapat berupa gejala flu umum,batuk dan demam yang dapat disertai sesak napas atau nyeri dada。

Biasanya infeksi ini disebabkan oleh virus,bakteri atau organisme lain yang datang dari lingkungan tak sehat。 ISPA bisa dengan mudah ditularkan melalui air ludah,darah,bersin,udara,dan lainnya。

5.疟疾

Genangan air disebabkan oleh hujan deras atau luapan sungai dapat bertindak sebagai tempat berkembang biak nyamuk,dan karena itu meningkatkan potensi paparan dari populasi korban bencana dan tenaga sukarelawan terhadap infeksi seperti demam berdarah, ,dan malaria。 Penyakit yang ditularkan nyamuk sulit untuk dicegah,terutama selama bencana。

Gejala termasuk demam,menggigil dan kelelahan。 Jika tidak diobati,疟疾dapat berakibat致命的karena mengganggu pasokan darah ke器官至关重要。 Kabar baiknya,permasalahan malaria di Indonesia saat ini cenderung menurun lumayan drastis。 Pada tahun 2010,di Indonesia terdapat 465.764 kasus positif malaria dan angka ini dilaporkan menurun pada tahun 2015 menjadi 209.413 kasus。 Selain itu,sekitar 74%penduduk印度尼西亚kini hidup di daerah bebas penularan疟疾。

6. Demam tifoid(tipes)

Sekadar mengingatkan,demam tifoid(tipes)tidaklah sama dengan tifus yang selama ini kita pahami。 Demam伤寒(tipes)adalah infeksi usus halus yang disebabkan oleh bakteri Salmonella dalam feses atau kotoran binatang,yang menginfeksi manusia melalui air dan makanan yang tercemar。 Tifus adalah penyakit lain yang disebabkan oleh bakteri Rickettsia,tidak ada di Indonesia。

Demam tifoid biasanya ditandai dengan sakit kepala,mual,demam berkepanjangan,kehilangan nafsu makan,bahkan diare。 Berdasarkan数据Kemenkes,angka penderita demam tifoid di Indonesia mencapai 81%per seratus ribu jiwa。

Selain enam penyakit di atas,penyakit lain yang harus Anda waspadai termasuk , ,甲型肝炎,penyakit kulit,alergi,penyakit yang dibawa oleh kutu dan tungau,hingga perburukan penyakit kronis yang mungkin sudah diderita。 Selain itu,daerah banjir mungkin berisiko bahaya atau kebakaran akibat aliran listrik korslet。 -Rappler.com

Sumber tulisan ini berasal dari ,sebuah situs kesehatan yang menyediakan informasi terpercaya yang mudah diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia。