新闻是有分量的

5 puisi tentang perempuan yang perlu kamu dengar

2017年3月6日下午5:14发布
2017年3月6日下午5:15更新

EKUALITAS。 Seorang pria membawa poster yang mendukung isu-isu perempuan dalam Women's March di Jakarta pada 4 Maret 2017. Foto oleh Uni Lubis / Rappler

EKUALITAS。 Seorang pria membawa poster yang mendukung isu-isu perempuan dalam Women's March di Jakarta pada 4 Maret 2017. Foto oleh Uni Lubis / Rappler

雅加达,印度尼西亚 - Katanya, bukanlah hal yang mudah。

Saya menyebutkan“katanya”karena sebagai seorang laki-laki,saya tidak tahu persis bagaimana rasanya menjadi perempuan。 Saya hanya bisa berempati。

Katanya,jangankan mencapai kesetaraan性别atau kesamaan hak dalam lingkup sosial maupun profesional,berjalan kaki di pinggir jalan saja sulit。 Kaum perempuan rentan menjadi korban pelecehan seksual oleh lelaki。

Dalam peringatan Bulan Perempuan Internasional selama Maret ini, pada Sabtu akhir pekan lalu,4 Maret lalu。

Mereka sedikitnya memiliki 8 tuntutan。 Mulai dari menuntut toleransi dan keberagaman; menghapus kekerasan dan memberikan perlindungan terhadap perempuan; penyamaan hak di berbagai bidang; hingga menghapus diskriminasi kepada minoritas。

Lagi,sebagai seorang lelaki,saya tidak bisa sepenuhnya mengerti bagaimana rasanya berjuang sebagai perempuan。 Tapi,saya mencoba memahami melalui karya-karya yang dibacakan oleh para penggemar puisi ini。

Berikut adalah 5 karya 口语单词 (sajak lisan)yang ditampilkan bukan hanya oleh perempuan tapi juga kaum pria-termasuk saya sendiri。

Catcalling的艺术(Andy Roberts和Putri Minangsari)

Dalam karyanya yang berjudul Catcalling 的艺术, pasangan Andy Roberts dan Putri Minangsari mencoba memahami apa yang membuat kaum lelaki menggoda perempuan di jalanan。

“我们正在努力理解为什么有人会发出嘘声,” kata Putri sebelum memulai membacakan puisinya dalam acara Unmasked Open Mic di Jakarta。

Melalui kolaborasi ini,Roberts dan Putri menjabarkan 5 hal seni catcalling ,yang mereka bayangkan ketika kaum pria melakukan catcall kepada perempuan。

“所以当一个女孩走过来时,我会打电话给她。 为了好玩,“ ucap Roberts。

平等(尼克杨)

Dalam Women's March akhir pekan lalu,bukan hanya perempuan yang turun ke jalan。 Terlihat juga beberapa kaum pria yang mendukung isu-isu perempuan ini。

Ada juga lelaki yang membawa海报bertuliskan,“Laki-laki berkualitas tak takut ekualitas。”Nick Yeo,seorang pria warga negara asing,adalah salah satunya。

Ia menulis sebuah puisi berjudul Equality Di dalam tulisannya Yeo mengatakan, “很明显,我们中的一些人不相信性别平等

“我讨厌人们说,男人是优越的,战士和领导者。 女人是低劣的,顺从的,不必要的。 男孩喜欢蓝色,女孩喜欢粉红色。“

Ia memberi contoh tentang korban pemerkosaan yang malah disalahkan karena menegak alkohol dan berpakaian yang provokatif。

“强奸受害者受到指责是因为她喝酒并穿着某种方式。 这是她的错,她应该付钱。“

Di atas semua isu perempuan,Yeo mengaku meski ia seorang pria,tapi dia adalah seorang feminis。 Dan ia menganjurkan sesama laki-laki untuk ikut bersuara terhadap ketidakadilan ini。

“我很自豪能成为一名女权主义者。 我坚持认为所有人都反对这一点。 是评论或讽刺言论,无害的笑话或不需要的。 我们忽略它的事实是奇怪的。

“即使我们独自一人,我们也需要反对不平等,” ucapnya lantang。

是什么造就了一个人(Abdul Qowi Bastian)

Kata orang,lelaki mempunyai ego yang tinggi。 Sedikit saja dilukai,akan berujung masalah。 Ada benarnya memang,tapi tidak semua lelaki berperangai seperti itu。

口语单词诗歌 yang saya bawakan di acara 揭露:噪音值得听见 pada Juli 2016年lalu,menyentil isu tersebut。

Tanpa bertele-tele, What a a men langsung menghujam ke pokok permasalahan,mendiskusikan kembali makna maskulinitas - sebuah isu yang jarang dibicarakan di masyarakat,baik oleh perempuan maupun para lelaki sendiri。 Seakan-akan itu bukan hal yang patut dibicarakan di ruang publik。

Ide ini datang dari kejadian-kejadian mengerikan selama beberapa waktu terakhir,seperti ketika seorang pekerja seks dibunuh oleh pelanggannya karena ia menyebut pria yang menggunakan jasanya itu berbau tak sedap。

Bukannya berkurang,namun aksi serupa makin marak terjadi。 Sudah berapa kali kita dengar di berita,kasus pemerkosaan yang diikuti oleh pembunuhan di berbagai daerah di Indonesia dalam beberapa bulan terakhir? Tak terhitung。

Kadang masalahnya,ego lelaki yang terlalu tinggi menjadi penyebabnya。 Yang terbaru,seorang penjaja seks lainnya dihabisi nyawanya karena ia mengatakan pria yang menidurinya seperti“king kong”karena berbulu lebat。 Ada juga yang menolak untuk diajak berhubungan karena si pria“keluar terlalu cepat”saat pertama kali melebur。

Ini yang saya coba tekankan kepada para pembaca dan pendengar,bahwa menjadi seorang lelaki bukan karena kita memiliki penis。 Bukan karena kita memiliki dompet tebal untuk menggunakan jasa prostitusi。 Banyak hal-hal lain yang menjadi kewajiban dan tanggung jawab pria yang sering terlupakan。

“我是一个男人,因为当一个女人说不,我会停下来。”

我是你的妈妈一直警告你的那个女孩(Raunala Maruti)

Raunala Maruti,seorang mahasiswi Indonesia yang sedang melanjutkan studinya di Jepang,bercerita tentang pengalamannya dipandang sebelah mata oleh ibu dari pasangannya。

Perempuan,menurut persepsi masyarakat umum,harus bertingkah laku sepatutnya。 Misal,tidak mengenakan pakaian yang terbuka atau minum alkohol atau merokok。

Bukan sekali,ibu pacarnya mewanti-wanti agar anaknya tidak terlalu dekat dengan perempuan yang mendobrak norma-norma yang ada。 Bisa-bisa ia dicap sebagai“terlalu liberal”。

“好吧......无论如何,大多数妈妈都不会真的想看我。

我记得我唯一一次见到我前任的妈妈,我穿着短裤。

我们13岁; 他教我如何在阳光灿烂的日子里弹吉他

但他们的皮肤比我的皮肤更明亮; 所以我被哼了一声。“

噪音值得称道(Rara Rizal)

“Bzzt ......丑陋! Bzzt,胖的!”

Dalam puisi yang cukup menyengat ini(banyak buzzing -nya),Rara Rizal mengupas makna menjadi seorang perempuan di tengah tuntutan masyarakat。

“你的朋友告诉你,有时你应该穿一件衣服,化妆,Rara。 因为上帝的缘故,你实际上有很好的功能。 你只是没有充分展示它们,“ katanya。

当他们告诉我把自己埋在药店化妆品的层层和层层之外时,我怎么能展示我的特色呢?”

-Rappler.com